SEJAUH MANA PERANAN BUMD JATIM ?

Posted on November 24, 2011. Filed under: Uncategorized |

Wacana yang akan berkembang terhadap BUMD Jatim, sepertinya tidak ada benarnya dan yang ada kurang, kurang dan kurang sebagaimana tulisan Sdr. Umar Sholahudin dalam opini yang diterbitkan pada harian ini Selasa 11 Januari 2011 dengan judul “PAD dan Rivitalisasi BUMD di Jatim”. Penulis kurang setuju dan perlu meluruskan agar opini yang berkembang di masyarakat tidak menyimpang dari kondisi yang sebenarnya.
Banyak tulisan tanpa dasar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau tanpa ditunjang data dari narasumber yang berkompeten atau hanya sekedar membuat coment sense sehingga kurang obyektif. Penulis yang notabenenya adalah salah satu narasumber yang setiap hari berkecimpung dalam pengelolaan BUMD Jatim mencoba untuk meluruskan opini dan membawa masyarakat atau pembaca untuk mengetahui kondisi sebenanya BUMD Jatim. Untuk itu penulis mencoba menguraikan yang sebenarnya dengan disertai data yang representatif tentang seberapa besar peranan BUMD Jatim dalam pembangunan di Jawa Timur dalam dua episode secara berkelanjutan.
Sebenarnya kalau mau menghitung peranan BUMD Jatim tidaklah sulit, namun membutuhkan waktu cukup lama mengingat jumlah BUMD Jatim relatif banyak (12 unit) dengan kondisi yang heterogen baik dalam tujuan dibentuknya, komposisi kepemilikan saham, setoran modal, dan core businessnya serta setoran devidennya. Sehingga harus dikalkulasi kontribusinya dari setiap unit perusahaan plat merah tersebut. Kontribusi yang bisa disetorkan dari setiap unit BUMD Jatim ada yang dapat dihitung secara matematis, namun ada yang tidak dapat dihitung seperti multiplayer efek.
Untuk menghitung dampak ikutan memerlukan penelitian tersendiri, sedangkan komponen yang dapat dihitung dengan mudah adalah deviden yang setiap tahun disetorkan kepada Pemprov. Jatim dan menurut data yang ada selalu ada peningkatan. Penulis melihat masih ada komponen yang sebenarnya dapat dihitung dengan mudah namun selama ini tidak pernah dilihat sebagai kontribusi BUMD Jatim yaitu pajak dan retribusi serta jasa giro yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemerintah.
Sebagian besar orang menafikan sumbangan berbentuk pajak (PPh , PPn, pajak penjualan dan pembelian) dan retribusi serta multiplyayer efek seperti penyerapan TK dan berkembangnya perekonomian disekitar pabrik serta berkembangnya ekonomi di wilayah backward linkage dan forward linkage yang tidak ternilai, sehingga menilai peranan BUMD Jatim sangat minim sebatas setoran deviden sebagai PAD.
Perbedaan mendasar dari manfaat yang bisa diambil dari pendirian perusahaan swasta dan BUMN / BUMD adalah : bagi perusahaan swasta, pemegang saham hanya memperoleh deviden sedangkan pendirian BUMN / BUMD pemegang saham (pemerintah) mendapatkan semuanya baik deviden, pajak dan retribusi serta multiplayer effek yang notabenenya dikembalikan dan melibatkan masyarakat luas baik secara langsung maupun tudak.
Penulis pernah memberikan opini dalam harian ini dengan judul Bagimana mengelola BUMD Jawa Timur? menjelaskan bahwa pada dasarnya penilaian atas pengelolaan BUMD Jatim tidak dapat digradag atau disamaratakan dari satu sudut pandang setoran deviden. Sehingga Pemprov. Jatim menetapkan kebijakan pengembangan BUMD berdasarkan tujuan dibentuknya BUMD seperti tertuang dalam UU no : 5 tahun 1962 tentang perusda dan Kepmendagri no. 3 tahun 1998 tentang Bentuk Hukum BUMD, adapun tujuan dibentuknya BUMD adalah : (1) melaksanakan pembangunan daerah melalui pelayanan jasa kepada masyarakat; (2) penyelenggaraan kemanfaatan umum; dan (3) peningkatan penghasilan pemerintah daerah.
Berdasarkan tujuan tsb, kebijakan pengembangan BUMD diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu : (1) BUMD yang memiliki atau mengemban misi sosial dengan memberi pelayanan jasa kepada masyarakat; (2) BUMD yang murni profit oriented dalam jangka menengah; (3) BUMD yang murni profit oriented dalam jangka panjang.

Termasuk dalam kelompok pertama, terdapat 3 unit BUMD yaitu : (1) PD.AB sebuah perusda yang direncanakan mengelola sumber air Umbulan dan air untuk industri; (2) PT. Jamkrida sebuah Lembaga Penjaminan Kredit Daerah yang ditujukan untuk membantu UKMK; (3) PT. Jatim Krida Utama (JKU) sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengerahan tenaga kerja atau PJTKI, yang mempunyai tujuan utama untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan di luar negeri dan membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Dari ke-3 BUMD ini, Pemprov. Jatim tidak mentarget tinggi dalam setoran PAD, namun Pemprov. Jatim lebih melihat pada multiplayer efek yang akan tercipta.
Untuk menilai tingkat kesehatan ke-3 BUMD tersebut belum seutuhnya dapat disimpulkan, namun secara garis besar kinerjanya dapat penulis jelaskan sbb:
(1)PT. Jamkrida ibaratnya seorang bayi yang baru dilahirkan pada tanggal 15 Januari 2010 sehingga belum dapat dinilai, namun laporan yang ada per 31 Desember 2010, telah disalurkan kepada 5.437 UKMK dengan nilai penjaminan sebesar Rp. 93.295.231.290,00 dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 16.311 orang
(2)PT. Jatim Krida Utama (JKU) dengan core businissnya sebagai penyedia jasa dan penempatan tenaga kerja di luar negeri. Modal pemprov. Jatim Rp.1,8 Milyar dan sebagai pemegang saham pengendali (60%) sampai sekarang mendapat setoran PADnya sebesar Rp.891.016.500,00 atau sebesar 49,5 %. TKI yang sudah dikirim sebanyak 45.058 orang dengan reminttance sebesar Rp.1,817 Trilyun yang membantu menggerakkan ekonomi lokal daerah asal TKI dan TKW.
(3)PDAB akan membantu kewajiban pemerintah dalam penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat sebanyak 80% dari jumlah penduduk, sebagaimana yang diamanatkan dalam SE Mendagri no : 690/477/SJ tanggal 18 Pebruari 2009 tentang Percepatan Penambahan 10 Juta Sambungan Air Minum Tahun 2009 s/d 2013. Selain itu PDAB juga memiliki pekerjaan besar untuk segera mentuntaskan permasalah air umbulan dan penyediaan air untuk industri diwilayah PIER. Sebagai pemegang saham tunggal pada PDAB ini dengan setoran modal sebesar Rp. 5 Milyar sudah mendapat deviden sebanyak Rp. 4.723.846.557,00.

(2)Sedangkan yang termasuk dalam kelompok kedua atau kelompok profit oriented jangka menengah atau dalam waktu 1 s/d 5 tahun setelah BUMD dibentuk harus menghasilkan PAD yang signifikan ini adalah :
1.PT. Panca Wira Usaha (PWU) berdiri tahun 1999 perusahaan holding hasil penggabungan dari beberapa perusda yang sudah memasuki industri senja atau peninggalan Belanda (PD.Aneka Pangan, PD.Aneka Jasa Permesinan, PD.Aneka Usaha dan PD.Aneka Kimia serta PD.Sarana Bangunan) sehingga sudah tidak efisien dan menguntungkan lagi. Dengan penyertaan modal aset setara Rp.104.935.058.050,00 sudah memberikan PAD sebesar Rp.18.618.658.817,00. Namun PT. PWU masih prospektif dengan adanya pengembangan 3 unit usaha yang menjanjikan yaitu : (1) PT. Jatim Expo yang bergerak di bidang exibition dan convention center; (2) PT. Lamongan Integrated Shorebase (LIS) bergerak di bidang pelabuhan migas dan umum bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan; (3) PT.Inabec Pabrik steel cord convenyor belt merupakan pabrik pertama dan terbesar di Indonesia.
2.PT.Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) sebuah perusahaan patungan antara Pemprov. Jatim (25%), Pemerintah Pusat (50%) dan Pemerintah Kota Surabaya (25%); Setoran modal Pemprov. Jatim sebesar Rp. 7,5 Milyar. Deviden yang diperoleh sebanyak Rp.10.993.124.915,00 .
3.PT.Bank Jatim, Pemprov. Jatim sebagai pemegang saham pengendali sampai tahun 2010 telah memberikan setoran modal Rp. 585, 949 Milyar sehingga mendapat setoran PAD sebesar Rp. 916.233.182.127,00. Bank Jatim berkembang pesat sehingga Total aset per 31 Desember 2010 mencapai Rp. 20.292.424.000.000,00. Rasio kecukupan modal (CAR) 19,40%. Kemampuan bank dalam menghasilkan laba tergolong sehat dibuktikan rasio laba sebelum pajak terhadap rata-rata total aset (ROA) sebesar 5,56% dan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 63,25%. Jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan dana pihak ketiga (LDR) sebesar 80,71%. Sedangkan tingkat kredit bermasalah (NPL) adalah sebesar 0,65%.
4.PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sama halnya dengan PT. Bank Jatim tapi dalam skala yang lebih kecil, BPR juga berkinerja bagus. Sampai tahun 2010 setoran modal baru sebesar Rp. 85.380.300.000,00. Secara kumulatif setoran PAD sebesar Rp.20.263.421.805,00 Total aset PT. BPR Jatim telah mencapai Rp. 592.935.985.150,00. Rasio kecukupan modal (CAR) PT. BPR pada 31 Oktober sebesar 30,40%. Kemampuan bank dalam menghasilkan laba tergolong sehat atau ROA sebesar 3,48% dan BOPO sebesar 77,05%, dan tingkat kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) -nya sebesar 80,16%. Sedangkan tingkat kredit bermasalah (NPL) adalah sebesar 0,53%.
5.PT. Jatim Invesment Menejemen. Bisnis investasi yang menjadi core business PT.JIM ini sangat rentan terhadap pengaruh eksternal dan global, pada awal berdirinya atau tahun 2004 PT. JIM ini sudah menunjukkan performa yang bagus atau laba setelah pajak Rp.904.567.013,00 dan tahun 2005 bisnis kurang menggembirakan sehingga rugi namun tahun 2006 telah bangkit lagi dan laba yang menggembirakan sebesar Rp.1.517.628.642,00 dan tahun 2007 dan 2008 pada saat terjadinya krisis keuangan global telah berdampak kurang baik terhadap bisnis PT. JIM sehingga mengalami kerugian yang cukup memprihatinkan. Namun berdasarkan laporan laba rugi per 30 Nopember 2009, PT. JIM sudah mulai bangkit sudah ada keuntungan bersih sebesar Rp.4.352.875.416,00. Dengan penyertaan modal Rp.45,3 M namun baru mendapat deviden Rp.1.904.000.000,00 PT. JIM adalah satu-satunya BUMD pemprov yang berkinerja kurang bagus namun sudah ada pembenahan dengan penggantian direktur utamanya yang lebih profesional sehingga diharapkan PT. JIM bisa bangkit kembali dan menjadi perusahaan yang menguntungkan untuk Pemprov. Jatim.
6.PT. ASKRIDA merupakan perusahaan yang dimiliki BPD dan pemprov.seluruh Indonesia dan didirikan sesuai himbauan Mendagri tahun 1996 bahwa Pemprpv. seluruh Indonesia diminta ikut menjadi pemegang saham, perusahaan ini bergerak di bidang jasa asuransi kerugian. Investasi kita sebesar Rp.5,56 M namun hanya sebagai pemegang saham 3,83% dan deviden yang diperoleh baru saebesar Rp.912.111.867,00

Sedangkan yang termasuk kelompok ke-3 atau profit oriented jangka panjang artinya dalam waktu diatas 6 tahun setelah BUMD dibentuk harus menghasilkan PAD yang signifikan dan sebagai andalan PAD dimasa depan adalah :
1.PT. Jatim Marga Utama (JMU) terbentuk atas kerjasama antara Pemprov. Jatim dengan PT. Jasa Marga perbandingan saham 30% dibanding 70%.
Proyek pertama yang akan ditangani adalah pembangunan dan pengelolaan jalan tol Surabaya – Mojokerto (Tol Sumo) sepanjang 37,25 KM. Karena beberapa hal dan krisis ekonomi, pembangunan Jalan tol Sumo ini baru terealisasi mulai dibangun tahun 2009. Dengan modal dasar Rp.171,4 M tapi Pemerintah Provinsi karena keterbatasan dana baru mampu menyertakan modal sebesar Rp.37,502 M. Mengingat proyek pembangunan jalan tol baru dimulai tahun 2009 sehingga sampai sekarang BUMD ini belum menghasilkan deviden yang diserahkan sebagai PAD tetapi bukan berarti rugi, namun baru taraf persiapan.
2.PT. Jatim Graha Utama (JGU) berdiri tahun 2006. Aktivitas BUMD ini bergerak di bidang menejemen aset, land banking, property, kerjasama investasi, perdagangan dan jasa konsultasi serta mendapatkan tambahan tugas khusus dari Pemprov. Jatim untuk pembangunan dan pengelolaan Pasar Induk Agrobis Puspa Agro. Sehingga kontribusi yang disetorkan dalam bentuk PAD baru sebesar Rp.1.723.366.330,00
3.PT. Petrogas Jatim Utama (PJU) sebuah perusahaan dibidang migas yang kegiatan usahanya mulai dari hulu sampai hilir. Kegiatan hulunya meliputi : mengelola PI 10% Blok Cepu, proyek panas bumi dan pengembangan sumur tua, sedangkan kegiatan hilirnya meliputi : pengembangan terminal penyimpanan BBM, terminal LNG skala kecil dan proyek kilang minyak sehingga diharapkan akan memberikan keuntungan yang tinggi kepada Pemprov. Jatim mengingat bisnis migas terlepas dari resiko yang tinggi, modal yang dibutuhkan juga tinggi dan keahlian SDM juga tinggi revenuenyapun juga tinggi.
PT. PJU lahir pada tahun 2006 dengan visi menjadi perusahaan migas bertaraf internasional, sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran Jawa Timur. Melihat visi tersebut sudah menunjukkan bahwa BUMD ini akan dijadikan tumpuan untuk mendapatkan PAD bagi Jawa Timur. Investasi pemprov. Jatim baru Rp.94.875.000.000,00 atau 47,44% dari Rp.200 Milyar yang dibutuhkan. Setoran PAD yang diterima baru mencapai Rp.1.185.313.564,81 dan menurut bisnisplannya setoran PAD akan melonjak tinggi terhitung tahun 2012.
Melihat kenyataan keberagaman BUMD Jatim tersebut, yang perlu dicermati adalah : Pertama, penilaian kinerja BUMD tidak dapat disamaratakan dan manfaat atau peranan pendirian BUMD tidak dapat dinilai sebatas perolehan deviden seperti perusahaan swasta, lebih dari itu ada pajak, retribusi, jasa giro multiplayer effek yang semua diperoleh atau disetor ke pemerintah, Kedua, Kedepan dalam pengelolaan BUMD tidak boleh menggantungkan pada APBD dan perlu dikembangkan sistem kerjasama dengan pihak ketiga atau investor serta pinjaman bank atao obligasi, Ketiga, Profesionalisme perlu ditingkatkan karena dalam perusahaan ukuran profesionalisme dilihat dari keuntungan yang dihasilkan dengan kata lain semakin tinggi profesinalisme semakin tinggi pula keuntungan atau deviden yang dapat disetorkan kepada pemegang saham.
Ditambah adanya pemikiran Bpk Gubernur Jatim yang dipesankan kepada seluruh jajaran pengurus BUMD bahwa dalam pengelolaan BUMD perlu dikembangkan : Pertama, kepemilikan saham teritori dan kedua, perlunya diperhitungkan penyertaan saham dengan penyertaan deviden atau laba yang ditahan. Dengan pemikiran-pemikiran tsb pengelolaan BUMD akan lebih terarah dan kondisi BUMD yang sehat dan mandiri akan segera dapat diwujudkan sehingga peranan BUMD dapat menjadi salah satu penopang sumber pembiayaan pembangunan dan penggerak ekonomi daerah semakin besar. Semoga!


Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Recently on bagasyulistyatis…

BAGAIMANA MENGELOLA BUMD JAWA TIMUR ?

Posted on September 7, 2010. Filed under: Uncategorized |

PT. JAMKRIDA ANGIN SEGAR BAGI UKM JATIM

Posted on September 7, 2010. Filed under: BUMD, UKM | Tag:, , , , , |

IKM JATIM MEMERLUKAN PUSAT DESAIN

Posted on Maret 18, 2009. Filed under: Uncategorized |

UPAYA MEMOTONG LINGKARAN SETAN KEMISKINAN

Posted on Maret 16, 2009. Filed under: Uncategorized |

POTRET PEREMPUAN JAWA TIMUR

Posted on Maret 12, 2009. Filed under: Uncategorized |

KELANGKAAN PUPUK MENGANCAM SWASEMBADA GULA

Posted on Maret 10, 2009. Filed under: Uncategorized |

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI BERBASIS TEBU DI JAWA TIMUR

Posted on Maret 10, 2009. Filed under: Uncategorized |

UPAYA MENJALIN KEMITRAAN BIROKRAT DENGAN SWASTA

Posted on Maret 7, 2009. Filed under: Uncategorized |

MENYIKAPI TINGGINYA HARGA BBM

Posted on Maret 5, 2009. Filed under: Uncategorized |

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...